Gaji Dokter Gigi Tahun 2021 – Kamu anak kedokteran gigi yang sudah lulus? Atau bercita-cita menjadi dokter gigi suatu hari nanti? Dari segi gaji, profesi ini boleh dibilang salah satu profesi yang cukup menjanjikan
Pada tahun 2021 ini gaji dokter gigi bisa menyentuh angka Rp. 2.290.762 sampai Rp11.821.005. Rata-rata gaji dokter gigi adalah sekitar Rp. 6.000.000,-. Angka tersebut tentu tidaklah kecil.
Namun, menjadi dokter gigi tidak harus bekerja di rumah sakit untuk mengobati pasien saja. Kamu juga bisa bergerak di bidang lain seperti menjadi dosen jurusan kedokteran gigi, peneliti yang berkaitan dengan gigi, atau bahkan berwirausaha seperti membuka dental-shop.
Bila kamu berminat, tentu ada banyak hal yang perlu untuk dipersiapkan. Nah, di artikel ini kita akan membahas tentang tugas, kompetensi yang diperlukan, dan keterampilan apa yang harus dimiliki seorang dokter gigi.
Gaji Dokter Gigi dan Lainnya
Kalau kamu tertarik menjadi dokter gigi, kamu perlu memahami terkait sistem penggajiannya. Sistem penggajian dokter tentu berbeda-beda, tergantung dari spesialisasinya, rumah sakit tempat bekerja, atau golongan PNS-nya.
Berikut rincian gaji dokter PNS tahun 2021 berdasarkan golongan dan jenjang jabatannya:
1. Dokter Pertama
Masa Kerja | Gol. III/c | Gol. III/d |
0-1 tahun | 2,802,300 | 2,920,800 |
2-3 tahun | 2,890,500 | 3,012,800 |
4-5tahun | 2,981,500 | 3,107,700 |
6-7 tahun | 3,075,500 | 3,205,500 |
8-9 tahun | 3,172,300 | 3,306,500 |
10-11 tahun | 3,272,200 | 3,410,600 |
12-13 tahun | 3,375,300 | 3,518,100 |
14-15 tahun | 3,481,600 | 3,628,900 |
16-17 tahun | 3,704,300 | 3,743,000 |
18-19 tahun | 3,704,300 | 3,861,000 |
20-21 tahun | 3,821,000 | 3,982,600 |
22-23 tahun | 3,941,400 | 4,108,100 |
24-25 tahun | 4,065,500 | 4,237,500 |
26-27 tahun | 4,193,500 | 4,370,900 |
28-29 tahun | 4,325,600 | 4,508,600 |
30-31 tahun | 4,461,800 | 4,650,600 |
32 tahun | 4,602,400 | 4,797,000 |
2. Dokter Muda
Masa Kerja | Gol. III/c | Gol. III/d |
0-1 tahun | 2,802,300 | 2,920,800 |
2-3 tahun | 2,890,500 | 3,012,800 |
4-5tahun | 2,981,500 | 3,107,700 |
6-7 tahun | 3,075,500 | 3,205,500 |
8-9 tahun | 3,172,300 | 3,306,500 |
10-11 tahun | 3,272,200 | 3,410,600 |
12-13 tahun | 3,375,300 | 3,518,100 |
14-15 tahun | 3,481,600 | 3,628,900 |
16-17 tahun | 3,591,200 | 3,743,000 |
18-19 tahun | 3,704,300 | 3,861,000 |
20-21 tahun | 3,821,000 | 3,982,600 |
22-23 tahun | 3,941,400 | 4,108,100 |
24-25 tahun | 4,065,500 | 4,237,500 |
26-27 tahun | 4,193,500 | 4,370,900 |
28-29 tahun | 4,325,600 | 4,508,600 |
30-31 tahun | 4,461,800 | 4,650,600 |
32 tahun | 4,602,400 | 4,797,000 |
3. Dokter Madya

Masa Kerja | Gol. IV/a | Gol. IV/b | Gol. IV/c |
0-1 tahun | 3,044,300 | 3,173,100 | 3,307,300 |
2-3 tahun | 3,140,200 | 3,273,100 | 3,411,500 |
4-5tahun | 3,239,100 | 3,376,100 | 3,518,900 |
6-7 tahun | 3,341,100 | 3,482,500 | 3,629,800 |
8-9 tahun | 3,446,400 | 3,592,100 | 3,744,100 |
10-11 tahun | 3,554,900 | 3,705,300 | 3,862,000 |
12-13 tahun | 3,666,900 | 3,822,000 | 3,983,600 |
14-15 tahun | 3,782,400 | 3,942,400 | 4,109,100 |
16-17 tahun | 3,901,500 | 4,066,500 | 4,238,500 |
18-19 tahun | 4,024,400 | 4,194,600 | 4,372,000 |
20-21 tahun | 4,151,100 | 4,326,700 | 4,509,700 |
22-23 tahun | 4,281,800 | 4,463,000 | 4,651,800 |
24-25 tahun | 4,416,700 | 4,603,500 | 4,798,300 |
26-27 tahun | 4,555,800 | 4,748,500 | 4,949,400 |
28-29 tahun | 4,699,300 | 4,898,100 | 5,105,300 |
30-31 tahun | 4,847,300 | 5,052,300 | 5,266,100 |
32 tahun | 5,000,000 | 5,211,500 | 5,431,90 |
4. Dokter Utama
Masa Kerja | Gol. IV/d | Gol. IV/e |
0-1 tahun | 3,447,200 | 3,593,100 |
2-3 tahun | 3,555,800 | 3,706,200 |
4-5tahun | 3,667,800 | 3,822,900 |
6-7 tahun | 3,783,300 | 3,943,300 |
8-9 tahun | 3,902,500 | 4,067,500 |
10-11 tahun | 4,025,400 | 4,195,700 |
12-13 tahun | 4,152,200 | 4,327,800 |
14-15 tahun | 4,282,900 | 4,464,100 |
16-17 tahun | 4,417,800 | 4,604,700 |
18-19 tahun | 4,557,000 | 4,749,700 |
20-21 tahun | 4,700,500 | 4,899,300 |
22-23 tahun | 4,848,500 | 5,053,600 |
24-25 tahun | 5,001,200 | 5,212,800 |
26-27 tahun | 5,158,700 | 5,377,000 |
28-29 tahun | 5,321,200 | 5,546,300 |
30-31 tahun | 5,488,800 | 5,721,000 |
32 tahun | 5,661,700 | 5,901,200 |
Hal-hal yang Wajib Diketahui tentang Dokter Gigi
Setelah mengetahui gaji dokter gigi, maka kamu juga perlu menambah pengetahuanmu tentang profesi ini. Berikut hal-hal yang harus kamu ketahui :
1. Pendidikan Kedokteran Gigi Pertama Indonesia dari Unair
Bagaimana sejarah dokter gigi di Indonesia? Pada zaman kolonialisme, pendidikan kedokteran gigi pertama di Indonesia bernama School Tot Opleiding van Indische Tandartsen yang letaknya ada di Surabaya. Sekarang sekolah tersebut menjadi fakultas kedokteran gigi di Universitas Airlangga (Unair).
2. Memiliki Peran yang Penting
Apakah kamu pernah berpikiran profesi ini tidak sepenting dokter-dokter lainnya? Tentu jawabannya adalah: salah besar!
Di dalam dunia medis, peran dokter gigi boleh dibilang cukup krusial. Sebagai contoh, sebelum operasi jantung dokter gigi diminta memeriksa ada tidaknya infeksi pada gigi. Hal ini dikarenakan saraf pada gigi berhubungan dengan organ yang lain.
3. Ada 8 jenis spesialisasi dokter gigi
Jenis-jenis tersebut diantaranya adalah: prostodonsia, radiologi kedokteran, gigi bedah mulut, kedokteran gigi anak, konservasi gigi, ortodonsia, penyakit mulut, dan periodonsia.
4. Tukang Gigi Berbeda dengan Dokter Gigi
Pernah dengar tentang tukang gigi? Tukang gigi adalah orang yang hanya boleh memasang gigi tiruan. Sementara itu, dokter gigi memiliki tugas yang berkaitan dengan tindakan medis. Contohnya mengobati kanker mulut dan penyakit lainnya yang ada pada pasien.
Tanggungjawab Dokter Gigi
Kalau kamu ingin bekerja di rumah sakit atau membuka praktek sendiri, maka gambaran tugas yang akan kamu emban adalah:
- Bersikap adil dan memprioritaskan kepentingan pasien.
- Melakukan diagnosis, mengobati berbagai macam penyakit, luka, dan kelainan di gigi pasien.
- Melayani sesuai dengan kebutuhan pasien serta kode etik dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
- Menjamin kerahasiaan data rekam medis pasien.
- Melakukan pencegahan terjadinya infeksi yang bisa membahayakan tenaga medis, pasien lain, atau masyarakat.
- Apabila tidak mampu melakukan pemeriksaan atau pengobatan tertentu, buat rujukan ke dokter gigi spesialis.
Jika kamu ingin menjadi seorang dokter gigi yang bergerak diluar bidang klinis, kamu memiliki tanggungjawab sesuai dengan bidang yang dipilih. Namun, secara umum tugas sebagai dokter gigi adalah menjaga atau meningkatkan kesehatan masyarakat yang sifatnya kuratif, rehabilitatif, promotif, dan preventif.
Keahlian dan Pendidikan Dokter Gigi
Nah, bila kamu sudah memahami gaji dokter gigi dan tugasnya, maka kamu juga perlu tahu keahlian yang harus dimiliki. Beberapa keahlian yang wajib kamu miliki bila kamu ingin jadi dokter gigi adalah:
- Pengetahuan yang baik tentang anatomi gigi dan mulut
- Memiliki ketekunan dan ketelitian yang baik
- Kemampuan komunikasi yang baik
- Kemampuan bekerja di dalam tim
- Berorientasi untuk melayani
- Kemampuan dan keterampilan dalam melakukan observasi
- Kemampuan untuk menganalisis permasalahan
Bicara tentang keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki tentu tidak bisa dilepaskan dari pendidikan yang harus ditempuh. Oleh karenanya, untuk menjadi dokter gigi kamu harus setidaknya menyelesaikan pendidikan S1 di jurusan/fakultas kedokteran gigi.
Pendidikan di bidang kedokteran gigi boleh dibilang sebagai upaya untuk menjadi “an architect of the smile”. Kenapa demikian? Sebab kamu bisa membuat orang yang kamu rawat lebih percaya diri untuk tersenyum.
Kalau orang bilang senyum membawa keberkahan, maka profesi ini bisa jadi ladangnya berkah. Kamu bukan cuma tersenyum pada orang, tapi juga membuat orang lain bisa tersenyum manis. Wah, senangnya.